Cerita Ahmad Muddail Umam, Pembentang Bendera Paskibraka Kota Palembang Tahun 2026

Palembang 18 Aug 2026 02:16 3 min read 39 views By Redaksi

Share berita ini

Cerita Ahmad Muddail Umam, Pembentang Bendera Paskibraka Kota Palembang Tahun 2026
PALEMBANG – Ketika Sang Merah Putih perlahan dikibarkan di tengah khidmatnya upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia...

PALEMBANG – Ketika Sang Merah Putih perlahan dikibarkan di tengah khidmatnya upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Senin (17/8/2026), perhatian tertuju pada bendera yang bergerak perlahan menuju puncak tiang.

Namun, di balik momen sakral tersebut, ada perjuangan panjang para anggota Paskibraka yang mempersiapkan diri agar setiap gerakan berlangsung sempurna.

Tahun ini, Paskibraka Kota Palembang beranggotakan 60 pelajar, terdiri dari 35 putra dan 25 putri. Mereka menjadi bagian penting dalam upacara pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Salah satu di antaranya adalah Ahmad Muddail Umam, siswa SMA Negeri 12 Palembang. Umam dipercaya menjalankan tugas sebagai pembentang bendera.

Bagi pelajar ini, kesempatan tersebut bukan sekadar menjalankan tugas dalam sebuah upacara. Menjadi bagian dari Paskibraka merupakan kebanggaan sekaligus pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan.

Terlebih, tugas tersebut semakin bermakna karena sejalan dengan cita-citanya untuk menjadi seorang taruna Akademi Militer (Akmil).

Untuk sampai pada posisi tersebut, Umam dan puluhan anggota Paskibraka lainnya harus melewati proses latihan yang tidak singkat.

Sejak 4 Agustus 2026, mereka menjalani latihan secara intensif hingga rangkaian tugas kemerdekaan selesai pada 18 Agustus. Selama kurang lebih dua pekan, waktu para pelajar ini diisi dengan latihan baris-berbaris, kedisiplinan, kekompakan hingga kesiapan menjalankan setiap tahapan upacara.

Bagi Umam, proses tersebut menjadi pengalaman yang turut membentuk dirinya. Latihan yang dijalani tidak hanya mengajarkan bagaimana berdiri tegap dan bergerak dalam formasi, tetapi juga tentang tanggung jawab dan kerja sama.

Semua itu kemudian terbayar ketika ia mendapat kepercayaan membawa salah satu peran penting dalam pengibaran bendera Merah Putih di hadapan peserta upacara.

Dari sisi lapangan, kebanggaan juga dirasakan Nasrullah, orang tua Umam. Melihat putranya mampu menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga.

Nasrullah berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi Umam untuk terus berkembang, menjadi pribadi yang lebih baik, disiplin dan mampu mengejar cita-citanya.

“Kami sangat bangga dengan anak kami. Semoga ke depan dia terus menjadi lebih baik dan bisa mencapai cita-citanya,” ujar Nasrullah.

Nasrullah juga menyampaikan ucapan selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, seraya berharap semangat kemerdekaan dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda.

Bagi Umam dan 59 anggota Paskibraka lainnya, tugas pada peringatan HUT ke-81 RI mungkin hanya berlangsung dalam hitungan menit.

Namun, untuk sampai pada momen tersebut, ada latihan, disiplin, rasa lelah, dukungan keluarga dan tekad yang mereka jalani selama berminggu-minggu.

Ketika Merah Putih akhirnya berkibar di langit Jakabaring, bukan hanya sebuah bendera yang sedang dinaikkan. Di baliknya, tersimpan cerita tentang anak-anak muda yang belajar arti tanggung jawab, pengorbanan dan kebanggaan menjadi bagian dari generasi penerus bangsa.

Bagi Ahmad Muddail Umam, langkahnya sebagai Paskibraka hari ini juga menjadi bagian kecil dari perjalanan panjang untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang taruna Akmil.

Dari Jakabaring, Merah Putih berkibar. Dan di baliknya, ada mimpi-mimpi generasi muda yang sedang mulai diperjuangkan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

TVRI News Sumsel